Tentang Laut

dhowracing_sketch
[Ilustrasi didapat dari sini]

Di mataku ia merupa agar-agar seluas pandang
Seolah bicara; bila ada aku, masih butuhkah kau akan kandang?

Ombak menyatukannya dari butir-butir air, dengan gila pantai melerainya

Aku benci pantai sebab dengannya orang-orang bodoh menyaksikan langit dari pantulan laut
Seakan ia cermin di mana matahari lebih menggoda jika timbul-tenggelam ditiupi siur lembut

Bila kalian butuh langit, kenapa tak lari sekalian
Ke gunung? mendaki dengan lecet kaki, menggapai dengan jemari capai

Bila tujuanmu langit, pantai melemahkanmu sayang
Meski laut ingin selalu meratuimu

Pernah kudengar ia berkata pada kalian lewat debur bakda zuhur
“Naiki aku! Tunggangi Aku!!”
Namun kalian tuli telanjang sibuk melantur

Hingga kini masih bisa kucuri dengar bisiknya yang sekali lagi hanya pada kalian
Sementara di mataku ia masih sebisu agar-agar
Yang berisi tarian umat ikan segar
Dari bawah sayapku putih nan melebar

Sesayap pelikan selalu mampu terbang sayang, akan tapi
Kupilih untuk terbang tidak jauh darinya. Dari lautku.

Iklan

12 thoughts on “Tentang Laut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s