Per Delapan

puan
[ ilustrasi diambil dari situs ini ]

Maafkan aku
yang hendak merebut kembali enam per delapan
bagianku darimu. Dengan memanggilmu
kembali di sekitar hari yang menghangat
dan buah srikaya yang tak kunjung masak di cabang dahanmu

Aku letih, maka biarkan aku istirahat tanpa kepingin lelap
dalam kata-kata kita yang nampaknya belum mengasing hanya memusing
pada seputaran kalimat apa yang bagusnya kita saling
ucap lekas hingga berpuluh paragraf pun akan
memutar kembali menjelang titik awal serupa angka delapan

Kupu-kupu bersayap turquoise baru saja menghampiriku,
menarikan sekian kepak, menyeru penggalan
suara; (mungkin) kau rebut milikmu sekarang untuk kelak kau timbun
lagi tujuh per delapan bagianmu di balik gemerisik dedaun merahnya.

4-10-2014
08.44

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s